SpongeBob SquarePants Squidward Tentacles ZIDNI ILMA: PERISA sepupunya PERASA, bukan?

Senin, 09 April 2012

PERISA sepupunya PERASA, bukan?


Oleh: Afif Arundina Raniyatushafa’ *


Seolah sudah tak asing lagi, bahkan mungkin juga sudah menjamur di masyarakat kita bahwa apa saja yang memiliki daya tarik atau mempunyai ciri khas tersendiri pasti akan digemari, digandrungi dan dikunjungi kembali. Mencoba berbagai olahan makanan menjadi alasan setiap orang mempertahankan hobinya untuk berwisata kuliner. Tidak jauh dari kota budaya ini, icon makanan banyak sekali yang disuguhkan kepada para penikmat kuliner. Seperti halnya, Serabi Notosuman, Timlo, Tengkleng dan sederet nama lainnya yang membuat Kota Solo selain dikenal sebagai kota budaya juga merupakan salah satu gudangnya makanan enak dengan cita rasa yang khas dan eksotis yang langka dijumpai di daerah lain.
Berbicara tentang cita rasa makanan, tidak terlepas dari bahan-bahan dan rempah-rempah tertentu yang digunakan pada proses mengolah, memasak dan mencampur sehingga menghasilkan makanan dengan tampilan yang menawan. Rempah-rempah tersebut tidak selamanya berbentuk bahan baku, kini banyak sekali bahan-bahan instan beraneka rasa yang dapat digunakan dalam proses pembuatan makanan. Bahan-bahan tersebut dikenal dengan nama perisa makanan.
Perisa makanan, memiliki istilah lain yaitu flavour atau biasa dikenal dengan penguat rasa. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, perisa merupakan kata benda dan kata yang digunakan dalam kesusatraan melayu Klasik yang berarti enak dan sedap. Sedangkan dalam Wikipedia Bahasa Indonesia, perisa adalah kualitas dari sesuatu yang mempengaruhi rasa dan aroma yang biasanya ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga menimbulkan rasa dan aroma yang enak dan lezat.
Terkadang masyarakat kita menyamakan antara perisa makanan dan perasa makanan ketika akan membeli produk tersebut sebelum mengolah makanan. Padahal, meskipun secara fisik perbedaan yang mencolok antara keduanya terletak pada huruf i dan a, perisa dan perasa juga memiliki arti yang berbeda jika ditilik langsung dalam kamus besar Bahasa Indonesia.
Perasa makananan atau perasa saja merupakan kata dasar yang mendapatkan awalan pe-. Dalam kamus besar bahasa Indonesia rasa merupakan kata benda yang memiliki banyak arti yaitu (1) tanggapan indra terhadap rangsang syaraf seperti manis, pahit masam terhadap indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa, (2) apa yang dialami oleh badan, (3) sifat rasa suatu benda, (4) tanggapan hati terhadap sesuatu dan (5) pendapat (pertimbangan mengenai baik atau buruk, salah dan benar. Sedangkan perasa, dalam kamus besar Bahasa Indonesia juga merupakan kata benda yang berarti (1) alat untuk merasa (seperti lidah atau kulit) dan (2) peka perasaan.
Jadi, perisa dan perasa bisa dikatakan sepupu. Karena keduanya digunakan dalam istilah makanan. Perisa sebagai bahan penguat dan perasa sebagai alat penikmatnya. Namun penggunaan keduanya harus dibedakan, sehingga arti dari masing-masing kata tersebut tidak saling tumpang-tindih.



























*Mahasisiwi Fakultas Agama Islam Program Studi Tarbiyah, UMS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar