SpongeBob SquarePants Squidward Tentacles ZIDNI ILMA: AHLAN WA SAHLAN Nn. PAVILION G4 (Nn. Pavvy)

Kamis, 22 September 2011

AHLAN WA SAHLAN Nn. PAVILION G4 (Nn. Pavvy)


Bukan Ayahku yang mengayuhkan roda motornya, bukan saudaraku yang seharusnya ada, teman dekatku sebagai pelipur lara juga bukan. Hanya diaku, diaku, diaku dan diaku. Entah dengan apa aku melukiskannya. Karena aku begitu mencintainya, sangat ingin selalu bersamanya.
Selamat datang untukmu, yang selanjutnya akan menemaniku menggelayuti kata merajut harapan, mimpi dan kegemaranku yang sempat tertunda. Jangan rewel, karena aku tak punya cukup banyak uang untuk jatahmu jika kau kenapa-kenapa. Aku ingin kita dapat bersahabat, karena untuk menebusmu aku harus rela menunggu lama dan banyak yang harus ku pertaruhkan juga. Aku harap kamu mengerti aku, mengerti apa yang ku harapkan juga. Aku akan selalu menjaga dan merawatmu semampuku. Bantu aku merealisasikan rangkaian ceritaku menjadi sebuah omzet untuk tender yang harus kita dapatkan. Setidaknya, aku bisa menggunakanmu semaksimal mungkin seperti fungsimu.
Aku akan lebih banyak bercerita padamu, berfoto dengan kameramu, menjernihkan pikiranku dengan memainkanmu. Jangan takut, tidak akan lama kecuali jika kita tengah menyelesaikan sesuatu dengan waktu yang cukup melelahkan. Terkadang aku pun ingin jika sedang bergelayut pada tutsmu, denting di winampmu bergeming. Sekali lagi, bantu aku ya....
Aku tidak merelakan orang lain menyentuhmu, kecuali Tintaku, Ibu dan Jagoan Kecilku, kalaupun ada yang lain mungkin aku mengiyakannya menyentuhmu karena terpaksa. Bukan karena aku pelit atau terlalu kikir untuk menikmati apa yang aku punya sendiri, tapi karena aku ingat betul bagaimana perlakuan mereka padaku sebelum aku mendapatkanmu yang menurutku terlalu dan sangat menyakitkan. Ingatkan aku jika aku melukaimu.
Kamu ku tebus dengan uang yang pas-pasan, tapi tenang itu uang halal. Pemberian kakekku sewaktu aku liburan disana. Bukan uang Ayahku, Ayahku sudah meninggal beberapa bulan lalu. Sewaktu akan membawamu, banyak yang harus kufikirkan. Karena aku tak ingin melukai hati Ibu dengan hargamu. Apalagi uang yang kugunakan adalah sisa dari tagihan kost dan listrik. Jadi maaf, kondisiku seperti ini. Aku hanya ingin setelah ini, kita mulai meretas semuanya. Memulai dari awal menciptakan sebuah karya seperti ketika Ayahku masih ada. Setidaknya, Tintaku juga mengerti bahasa yang ku punya dan membacanya dari sudut yang berbeda. Aku ingin agar dia semakin mencintaiku, kwkwkwkwkw.
Pavvy... Meskipun nanti aku membagimu pada duniaku yang serba agak nge-pas, jangan pernah memarahiku jika aku mulai bercerita. Simpan saja pada file yang hanya menjadi milik kita. Jika ada orang lain yang membacanya, kita sudah siap. Karena kita telah merevisinya, menata alurnya, mengganti tanda bacanya dan telah memanjangkan tulisannya.
Sudah Pav, begitu saja dulu. Jangan menyesal karena telah ku miliki.

“n_n   Shayyuna Chiephietdh
U P H I E P H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar