SpongeBob SquarePants Squidward Tentacles ZIDNI ILMA: Maret 2011

Selasa, 22 Maret 2011

MANFAAT FILSAFAT DALAM KURIKULUM


ABSTRACT 

 
Secara filosofis, bahwa aktivitas pendidikan berfungsi membina kesadaran akan nilai-nilai filosofis negara. Kesadaran moral dan sikap mental yang menjadi kriteria manusia ideal dalam sistem nilai suatu bangsa bersumber pada ajaran filsafat bangsa dan negara yang dianutnya. Dengan demikian, pendidikan bukanlah usaha aktivitas spekulatif semata-mata. Pendidikan dilaksanakan secara fundamental didasarkan atas asas filosofis dalam menentukan arah atau pencapaian tujuan dalam membina perkembangan anak didik.
Manfaat filsafat bagi dunia pendidikan adalah menentukan arah, kemana arah perkembangan kepribadian anak didik yang menjadi tujuan pendidikan di suatu negara. Tujuan pendidikan yang akan dicapai melalui suatu cara akan menjadi pedoman dan motivasi dalam kegiatan pendidikan. Sebagai langkah pertama dalam merencanakan kurikulum adalah merumuskan tujuan atau arah proses pendidikan serta cara-cara dan alat untuk mencapai tujuan tersebut.
Kurikulum merupakan isi dan jalan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain manfaat kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan. Sebagai alat pendidikan, kurikulum memiliki bagian-bagian penting dan penunjang yang dapat mendukung operasional pendidikan secara baik. Komponen pokok kurikulum adalah komponen tujuan, komponen pengetahuan, komponen kegiatan atau pengalaman belajar, komponen penilaian. Keempat komponen tersebut saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Sedangkan komponen penunjang kurikulum meliputi sistem administrasi dan supervisi, bimbingan dan konseling. Demikian pula untuk pengetahuan, perlu ditentukan scope (apa yang harus diajarkan) dan sequence kurikulum (ruang lingkup atau luas bahan pelajaran).
Falsafah negara Indonesia adalah Pancasila yang menjadi dasar dalam menyusun kurikulum gambaran manusia yang berketuhanan, manusia yang berprikemanusiaan, gambaran manusia yang memiliki rasa persatuan (nasionalisme), gambaran manusia yang demokratis (musyawarah) dan gambaran manusia yang berkeadilan. Semua gambaran itu dirumuskan dalam suatu tujuan pendidikan yang dirumuskan di dalam kurikulum pendidikan untuk digunakan oleh pendidik dalam menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah. Jadi tujuan itu meliputi segala aspek perkembangan anak yang dalam pengkhususannya dapat dipecah-pecah dalam bentuk unit pengajaran meliputi; domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tentunya perumusan tujuan khusus pembelajaran tersebut mengandung unsur kelakuan secara spesifik (proses) dan unsur pengetahuan (product).

Referensi:
Abdullah Idi. 2007. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Jogjakarta: Ar-Ruz Media
Anonim. 2011. Manfaat Filsafat Dalam Kurikulum. www.scribd.com. (Diakses pada tanggal 16 Maret 2011 pukul 19.34 wib)
Nasution. 1989. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bina Aksara