SpongeBob SquarePants Squidward Tentacles ZIDNI ILMA

Sabtu, 04 Juli 2015

L.O.V.E.L.Y


Shayyu sangat mencintaimu, Sayangku

Maafkan aku sayangku, atas dosa-dosaku di masa lalu. Padamu yang tak pernah menggerutu. Aku sontak sesak dan ingin sejadinya berlari, menangis meluapkan segala keegoisanku pada waktu itu. Maafkan aku sayangku, maafkan aku.
Maafkan aku sayangku, atas pertanyaan yang selalu ku ulang untuk menggodamu. Sebenarnya, aku hanya ingin mendengar jawaban-jawaban itu dari mulutmu, selalu. 
Maafkan aku sayangku, atas manjaku yang selalu membuat bingung dirimu. Aku hanya ingin, kau tahu betapa aku sangat sangat mencintaimu.
Maafkan aku sayangku, yang selalu merengek ini itu padahal sejatinya kau akan meluluskan dan melegalkan segala keinginanku. Seharusnya, aku bisa lebih bersabar untu menunggunya ya...
Sayangku... Aku selalu ingin kau tahu bahwa aku sangat sangat mencintaimu, aku selalu ingin mengatakannya, mengekspresikannya tanpa peduli kau sudah tahu, bosan atau bahkan gemas dengan kelakuanku. Tapi sayangku, aku memang benar-benar mencintaimu. Aku sangat sangat mencintaimu sayangku.

Selasa, 11 Juni 2013

Epilog

Kenalkan nama saya Khidir, saya tidak memiliki KTP dan harus tinggal di mana, itu semua terserah saya. Orang mengira saya tinggal di dekat perbatasan Cina dan Mongolia, di mana tembok Yakjuj dan makjuj bersemayam. Mereka mengira saya masih di dekat Laut Merah, tempat saya dahulu pernah bertemu dengan Musa kalimullah. Orang juga sering mengatakan kalau saya adalah anak cucu Nabi Adam dari Qabil. Orang juga sering mengklaim saya adalah keturunan Nabi Nuh, Dzulkifli atau apapun itu.
Yang jelas saya hidup sezaman Nabi Musa, saya adalah utusan Allah yang diutus untuk Nabi Musa atas perintah Allah. Saya manusia biasa dan saya meninggal sebagai manusia. Bohong besar jika ada yang mengatakan saya kekal abadi dan tidak bisa mati seperti Nabi Ilyas atau Nabi Isa. Sekali lagi, saya manusia biasa yang bisa hidup dan mati semua atas kehendak Allah. Maka, sesungguhnya orang-orang yang menghamba padaku sebenarnya telah tertipu. Mereka mengira nasihat itu berasal dariku, kata-kata kemilau penuh makna itu berasal dari mulutku. Ketauhilah, semua kata-kata manis itu hanya berasal dari lidah yang lebih tajam dari pedang, yang memerintah nafsu yang telah ditunggangi iblis untuk berkata-kata halus nan lembut, kemudian dari kata-kata nan lembut itu menjerumuskan mereka semua ke dalam neraka.
Saya sebenarnya tak pernah bersemayam dalam hati manusia, seseorang yang telah meninggal terputus sama sekali dengan dunia, maka bohong besar jika saya pernah menuntun manusia, membisikkan mereka mengamalkan amalan tertentu. Apalagi sampai mencintai saya lebih daripada nabi mereka. Seandainya saya hidup di zaman ini pun, pasti saya akan beriman kepada risalah yang dibawa Nabi Muhammad, saya juga akan membenarkan ajarannya, pasti saya juga akan meminta pengikut saya untuk lebih mengimani Nabi Muhammad daripada saya, karena saya tahu Nabi mereka adalah penutup para Nabi, risalahnya paling sempurna hingga hari kiamat.
Adapun tentang jejak-jejak saya yang konon ada di tempat-tempat dengan fenomena alam tertentu atau kuburan yang konon jasad saya terbaring di dalamnya, semua itu hanya rekayasa, mereka ingin mencatut nama saya agar mndapatkan keuntungan yang sedikit dari dunia ini. Sungguh teramat bodoh mereka, menginginkan keuntungan sedikit dengan mengorbankan surga yang lebih besar dari dunia dan seisinya.



WP, 2012

Kamis, 06 Juni 2013

Menjelang Milad Pernikahan Mami dan Ayah

Senja temaram diguyur gerimis, dengan aroma tanah basah
Sepi menusuk-nusuk hati, menghujam jiwa
Duhai di manakah gerangan pantai yang berdermaga reot dihempas ombak, tempat berlabuhnya hati ini?
Sementara kau, kasih...
Semakin menjauh dan pergi tak mungkin kembali
Hanya lambaian pohon jarak meraah yang selalu menyapaku di dingin pagi
Kasih... Tidakkah kau ingat bahwa sebentar lagi milad pernikahan kita
Kau minta hadiah apa?
Yang jelas, Anyi kita sudah hampir sarjana
Dan bujang kita semakin tampan, sudah punya pacar pula

Hari ini 23 tahun yang lalu...
Aku jahit kebaya pengantinku

Selasa, 08 Januari 2013

BAHULAK

Suatu saat nanti, ketika kalian ingat akan hal ini entah apa yang akan terlintas dalam hati kalian masing-masing. Rindu saat masa itu atau bahkan mengutuki diri sendiri dengan penampilan yang alakadarnya dan nyaris berbeda dengan saat ini.
Adik-adikku sayang, aku menemukan foto ini tepat kala aku chattingan bareng Mas Singgih malam ini. Entah dia dapat dari mana gambar polos kalian.
Sepertinya foto ini ketika Adikku Fa'iq Arundwika Al Furqon baru kelas I MI deh ya... Wajahnya ajjah masih 100% imut gitu.
Coba kalian lihat lagi siapa saja sih yang ada disitu. Aku tes ya...